Masih ingat dengan samar-samar ketika itu aku masih belia dan mulai menjalani rutinitas sebagai pelajar SD, saat masih kceil aku tuh gemuk, doyan makan dan kalau bahasa kampungku aku tuh CANYOK, kalau bahasa indonesia yang baik dan benar itu artinya RAKUS aka doyan makan, coba bayangin aja, sehari aku makan bisa 5 kali, dan setiap makan pasti nambah terus. kebayang ga sih gimana rakusnya aku waktu itu, tapi aku bersyukur, meskipun aku cangok tapi aku ga mengalami obesitas,,hehe
berawal dari diriku ini yang suka makan maka timbullah niat dihati ini untuk coba makan hasil buatan sendiri, niat yang kuat ini akhirnya aku laksanakan setelah pulang sekolah, saat tiba dirumah langsung ganti pakaian "kalo ga ganti pakaian ratu dirumah ini akan memarahi aku sebagai seorang pangeran :-D .
dengan langkah pasti mulai lah aku berpikir akan masak apakah aku hari ini, pikir dipikir sepertinya nasi goreng disiang hari sangatlah nikmat, ya aku mengambil keputusan akan membuat nasi goreng.
niat dan tujuan sekarang sudahlah jelas saatnya DO IT, dengan langkah yang pasti kudekati benda persegi berwana silver itu dengan tulisan HOCK disalah satu bagiannya, yup itu kompor yang sangat terkenal dijaman ku dulu. :p
kumulai dengan menyalakan korek api, kuputar tuas sumbu kompor kucelupkan lidi yang telah dilumuri minyak bumi dan kubakar lidi itu akhirnya kutusukkan lidi yang menyala tersebut ke KOMPOR HOCK tersebut.
kompor udah nyala, saatnya mempersiapkan alat dan bahan yang akan kugunakan, Kuali/Belanga, nasi, minyak goreng, garam, ajinomoto, bawang merah dan bawang putih, dan taklupa sendok dan berbagai jenis bumbu dapur lainnya yang tak kukenal namanya :D
kumulailah memanaskan minyak goreng kemudian diikuti dengan nasi yang telah kucampur aduk dengan berbagai bumbu yang ku temui, yup proses pembuatannya pun dimulai. sendok penggorengpun sudah muali menari kesana kemari mengikuti gerakan tangan ini.
5 menit kemudian kulihat sepertinya aku kekurangan minyak goreng, akhirnya kutambahkan lagi minyak goreng, 2 menit kemudian kupikir aku kekurangn bumbu karna masakanku tidak menimbulkan bau harum seperti masakan ibuku, 3 menit kemudian kulihat kenapa tidak ada perubahan pada masakanku, dan setelah kucek, OMG api kompornya kecil banget, pantas ga panas masakan ku tak sepanas tubuhku :p
kubesarkan apinya, 4 menit kemudian bau harum masakan sudah mulai tercium, dan kucicipi masakan ku,, mmmm sepertinya kurang garam, ku ambil garam dan kutaburi diatas masakanku, 4 menit kemudian aku pikir masakanku sudah matang terbukti dengan adanya kerak nasi yang gosong dibagian bawah nasi gorengku.
kumatikan kompornya dan kuhidangkan, saat itu mama dan papa kedapur dan melihat tindakanku, dan mereka hanya membiarkan, sudah tidak sabar rasanya cacing diperut ini ingin mencicipi masakan ternikmat dari koki kecil disaat itu.
sendokan pertama masuk kedalam mulut ini dan dengan sepontan aku memuntahkannya kembali, papa hanya nyengir dan tertawa melihatku saat itu, sumpah bukan main rasanya masakan ku saat itu, asin bercampur berbagai jenis rasa lain yang tidak mengerti menjadi satu, hahaha
yah masakanku gagal, tapi itu tidak pernah membuatku jera, terbukti dengan masih seringnya aku masak untuk kumakan sendiri :D


